<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Nur Latifah's Weblog</title>
	<atom:link href="http://nurlatifah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurlatifah.wordpress.com</link>
	<description>SeMaNgAt..!! ^_^</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 May 2011 13:42:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nurlatifah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Nur Latifah's Weblog</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nurlatifah.wordpress.com/osd.xml" title="Nur Latifah&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nurlatifah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>The power of NO!</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/04/24/the-power-of-no/</link>
		<comments>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/04/24/the-power-of-no/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 07:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlatifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlatifah.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[  Pembaca, saya ingin share kepada Anda soal kekuatan dari mengatakan TIDAK dalam hidup kita. Bukankah kita lebih banyak diajar untuk mengatakan YA kepada orang lain serta tidak menolak orang lain, sejak kita masih kecil. Jadi, adakah sisi positif dari mengatakan TIDAK dalam hidup kita. Tentu! Dan saya berikan contoh kasusnya. Saya teringat saat saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=46&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"> </p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Pembaca, saya ingin share kepada Anda soal kekuatan dari mengatakan TIDAK dalam hidup kita. Bukankah kita lebih banyak diajar untuk mengatakan YA kepada orang lain serta tidak menolak orang lain, sejak kita masih kecil. </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Jadi, adakah sisi positif dari mengatakan TIDAK dalam hidup kita. Tentu! Dan saya berikan contoh kasusnya. </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><span id="more-46"></span></span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Saya teringat saat saya memutuskan untuk mengambil ilmu psikologi sebagai dasar basis ilmu saya, saat kuliah. Sanak saudara saya mengatakan &#8220;Jangan deh. Apa sih yang bisa diharapkan dari ilmu psikologi&#8221;. Saya mengatakan TIDAK kepada mereka. Dan saya sangat gembira karena bisa teguh pada keputusan saya. Ternyata ilmu psikologi menjadi fundamental yang bagus bagi saya dalam menulis, memberikan training serta menjadi seorang pembicara. Begitu juga, saat memulai karir sebagai trainer. Saya keluar dari perusahaan dan meninggalkan karir yang begitu menjanjikan. Ketika menjadi freelance trainer, berbagai perusahaan dan eksekutif search mencari saya dengan berbagai paket yang menggiurkan. Tapi, saya senang bisa berkata TIDAK pada tawaran mereka sehingga saya bisa berfokus untuk mewujudkan impian saya, dalam usia yang relatif muda.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
Pembaca, memang betul sejak kecil kita dibiasakan untuk mengatakan YA, tidak boleh mengecewakan orang lain, membuat orang lain senang dengan setuju ataupun memberikan peng-YA-an kepada mereka. Tetapi, ujung-ujungnya banyak cita-cita dan mimpi yang akhirnya terkorbankan karena kita tidak mampu berkata TIDAK. Percayalah, untuk bisa sukses kadang kita harus bisa belajar mengatakan TIDAK pada tempatnya.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
<em>Sikap negative</em></span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
Pertama, mengatakan TIDAK kepada orang yang bersikap negatif terhadap ide dan mimpi Anda. Saya seringkali mengingatkan bahwa &#8216;opini adalah komoditas yang paling murah&#8217;. Saat Anda memberikan ide Anda, biasanya Anda harus siap menerima berbagai komentar, termasuk segala komentar yang negatif.<br />
Saat itu, lihatlah baik-baik dan lihat kredibilitas orang yang mengatakan. Jika perlu, jangan membiarkan mereka mencuri mimpi Anda hanya karena sebuah kata TIDAK yang mereka ucapkan.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Para</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> penulis buku Chicken Soup for the Soul berisi kumpulan artikel inspirasi terkenal sempat dibilang TIDAK oleh penerbit. Tetapi, karena mereka tidak mau terpengaruh akhirnya buku tersebut hingga sekarang menjadi buku yang begitu banyak menyentuh orang. Jadi, jika ada orang yang bermaksud negatif dan mengatakan tidak kepada mimpi yang Anda yakini, katakan saja, TERIMA KASIH dan teruslah berjuang untuk mimpimu.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
Kedua, mengatakan TIDAK kepada aktivitas yang mengacaukan Anda dari kegiatan yang produktif dan bermanfaat. Adalah sangat umum, godaan untuk istirahat dan bersenang-senang memboroskan waktu dengan tidak produktif. Terkadang ada pula godaan untuk chit-chat, godaan untuk ngobrol yang tidak produktif ataupun acara-acara popular yang berlebih-an, yang akhirnya banyak menghabiskan waktu Anda yang bermanfaat.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
Terkadang, agar hidup Anda menjadi lebih berbuah, maka Anda harus berani mengatakan TIDAK kepada mereka yang ingin mencuri waktu Anda. Ingatlah selalu, &#8216;kalau Anda tidak mulai belajar mengendalikan waktu Anda maka orang lainlah yang mulai akan mengendalikan waktu Anda&#8217;. Take control of your own time.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
Ketiga, mengatakan TIDAK kepada tawaran-tawaran yang tampaknya menggiurkan tetapi mengacaukan Anda dari cita-cita Anda. Memang, musuh dari sesuatu yang baik adalah sesuatu yang lebih baik.<br />
Kadang-kadang, ada hal-hal yang kelihatannya berguna dan bermanfaat, tetapi kalau ki-ta perhatikan baik-baik, maka hal tersebut sebenarnya tidaklah membawa kita lebih dekat dengan cita-cita kita.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
Saya salut dengan seorang rekan saya yang membaktikan hidupnya untuk melayani kehidupan rohani para mahasiswa. Saya tahu bahwa ia pun mungkin membutuhkan dana untuk kehidupan keluarganya.<br />
Tetapi saat ada undangan untuk berbicara di </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">kota</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> lain. Ternyata ia menolak dengan mengatakan dengan sopan, &#8220;Iya saya memang membutuhkan dana tetapi saya sudah memutuskan menghabiskan minggu ini untuk memberikan konseling pada para mahasiswa dampingan saya. Terpaksa saya katakan TIDAK karena saya sudah punya komitmen waktu dalam minggu ini&#8221;.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
Keempat, mengatakan TIDAK kepada berbagai godaan yang justru menjatuhkan Anda dari sisi martabat dan moral Anda. Dikatakan bahwa seringkali HARTA, TAHTA dan WANITA banyak menjadi godaan yang menjatuhkan. Kisah yang terjadi sejak penciptaan manusia pertama.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
Tetapi sering godaan ini akan bagus jika sejak awal kita tidak menerimanya. Misalkan pernah tawaran mendapatkan proyek tertentu tetapi harus dengan menyediakan wanita ataupun sejumlah uang suap.<br />
Celakanya sekali kita terbiasa dengan proses kerja seperti ini, maka kitapun akan jadi keterusan menjalankan bisnis dengan cara seperti itu. Dalam situasi seperti ini, maka akan menjadi sulit bagi kita untuk mengajarkan nilai-nilai yang positif dan baik kepada bawahan maupun anak-anak kita, kalau kita sendiri tidak punya integritas.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
saya masih ingat, betapa kagetnya saya saat seorang aktivis yang dulunya dikenal jujur akhirnya terbukti korupsi dan masuk penjara. Ternyata segala sesuatu dimulai dari &#8216;menerima&#8217; dan terlalu toleran dengan hal yang kecil. Ketidakmampuan mengatakan TIDAK akhirnya menjeratnya ke penjara.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<div></div>
<p><span style="font-size:11pt;color:#333333;"></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;">Kelima, mengatakan TIDAK kepada orang yang mengatakan TIDAK kepada Anda. Dalam hidup kadang-kadang kita harus persisten. Inilah maksud dari keberanian mengatakan TIDAK ini.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size:11pt;color:#333333;"></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;">Saya teringat dengan cerita lucu tentang seorang direktur yang mengatakan bahwa dia telah menolak</p>
<p><span style="font-size:11pt;color:#333333;">lima</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> kali seorang sales yang melamar lewat sekretarisnya untuk jadi sales di tempatnya.<br />
Si sales ini dengan tersenyum hanya berkata, &#8220;Saya orang yang </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">lima</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> kali ditolak itu!&#8221;. Tetapi, akhirnya justru dialah yang diterima jadi sales. Pembaca, kadang kita pun harus berani bilang TIDAK kepada orang yang berkata TIDAK kepada kita. (mdgti)</span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<div></div>
<p><span style="font-size:11pt;color:#333333;"></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:8pt;color:#333333;">JAKARTA</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;"> : (Bisnis </span><span style="font-size:8pt;color:#333333;">Indonesia</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;">, 6 Maret 2008 Oleh Anthony Dio Martin) </span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurlatifah.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurlatifah.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlatifah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlatifah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlatifah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlatifah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlatifah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlatifah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlatifah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlatifah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlatifah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlatifah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlatifah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlatifah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlatifah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlatifah.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=46&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/04/24/the-power-of-no/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d265595f693711500db4acc9fc1dc6f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Banyak Orang Yang Tahu Tapi Tidak Melakukan?</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/04/24/mengapa-banyak-orang-yang-tahu-tapi-tidak-melakukan/</link>
		<comments>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/04/24/mengapa-banyak-orang-yang-tahu-tapi-tidak-melakukan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 06:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlatifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlatifah.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[  Seseorang yang bijak datang ke sebuah desa dan menetap di sana untuk memberikan pencerahan. Ketika ia berceramah, orang-orang desa berduyun-duyun datang memenuhi balai desa untuk mendengarkannya. Ceramahnya sangat menarik dan membuat orang-orang tercerahkan. Karena itu mereka selalu tak sabar menunggu datangnya minggu-minggu berikutnya. Namun, penduduk kemudian menemukan fakta: orang bijak ini ternyata selalu menyampaikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=45&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"> </p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Seseorang yang bijak datang ke sebuah desa dan menetap di </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">sana</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> untuk memberikan pencerahan. Ketika ia berceramah, orang-orang desa berduyun-duyun datang memenuhi balai desa untuk mendengarkannya. Ceramahnya sangat menarik dan membuat orang-orang tercerahkan. Karena itu mereka selalu tak sabar menunggu datangnya minggu-minggu berikutnya. Namun, penduduk kemudian menemukan fakta: orang bijak ini ternyata selalu menyampaikan ceramah yang sama. Mereka pun curiga bahwa orang ini seorang penipu yang hanya mengetahui satu ceramah.<span id="more-45"></span></span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Tak dapat lagi menahan kesabaran, penduduk desa beramai-ramai mendatangi orang bijak ini dan bertanya. “Tak dapatkah Anda menyampaikan ceramah yang lain?’ Ditanya demikian, orang bijak hanya tersenyum. “Saya belum melihat Anda melakukan apa yang saya sampaikan dalam ceramah pertama,” katanya. “Jadi, mengapa saya harus membebani Anda dengan hal yang lain?’ </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Mengapa tidak akan pernah membawa perubahan. Mengetahui tidak akan mengubah nasib Anda. Yang akan mengubah nasib adalah melakukan.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Apa yang dikatakan orang bijak tersebut sebetulnya sering kita alami. Banyak di antara kita yang kerap merasa cukup hanya dengan mengetahui sesuatu. Kita membaca banyak buku, mengikuti berbagai diskusi, menghadiri berbagai pelatihan. Namun, perilaku kita tidak juga berubah. Kita tidak melakukan apa-apa. Kebiasaan lama yang tidak efektif masih terus kita jalankan. Ini tentu saja sebuah pemborosan biaya yang tidak sedikit.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Ketika selesai memberikan pelatihan kepemimpinan di banyak tempat, tak sedikit peserta yang memberikan tanggapan positif sambil menanyakan, “Kapan kita akan melakukan pelatihan lagi?” atau, “Apakah ada materi lajutan untuk topik ini?” tentu saja, saya merasa tersanjung dengan apresiasi yang luar biasa ini, namun, diam-diam saya sering membatin sambil mengatakan bahwa sebetulnya pelatihan ini sudah cukup. Yang diperlukan sekarang adalah penerapannya. Bukankah sia-sia ketika pelatihan demi pelatihan dilakukan tanpa ada perubahan perilaku apa pun? </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Meski demikian, fakta ini sering dilupakan orang: mengetahui tidak akan pernah membawa perubahan. Mengetahui tidak akan mengubah nasib Anda. Yang akan mengubah nasib adalah melakukan! Namun, mengapa banyak orang yang tahu, tapi tidak melakukan apa-apa?</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Ada</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> tiga hal yang menjadi penyebabnya. Pertama, karena mengetahui sering memberikan sensasi hebat. Ketika mengetahui sesuatu, Anda merasa berada di atas kebanyakan orang. Mengetahui menimbulkan kebanggaan tersendiri. Inilah yang saya sebut sebagai “Ilusi Pengetahuan”. Ilusi ini berbunyi: kita sudah berubah hanya dengan mengetahui.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Mengetahui memang sering memberikan jebakan tersendiri berupa perasaan aman dan nyaman. Dengan mengetahui, kita menjadi lebih percaya diri karena merasa siap menghadapi segala masalah.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Bahkan, sekedar mengumpulkan buku yang tak pernah sempat kita baca mampu memunculkan ilusi ini. Ketika bersekolah di Inggris dulu, saya dan kawan-kawan senantiasa membeli banyak buku serta memfotokopinya berbagai diktat kuliah jauh lebih banyak dari bahan yang dapat kami baca, semata-mata karena hal ini memberikan ketenangan psikologis kepada kami. Dengan menumpuk berbagai buku, kami merasa siap menghadapi tugas apa pun. Padahal, bahan yang bertumpuk itu tak pernah sekalipun kami baca, sehingga tidak pernah berpengaruh terhadap pengetahuan, apalagi kehidupan kami. Rasa aman yang tercipta sebenarnya hanyalah sebuah ilusi yang menyesatkan.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Kedua, orang tidak melakukan apa yang mereka ketahui karena mereka tidak melakukannya. Bukankah ketika kita sehat kita tidak punya alasan yang kuat untuk berorah raga? Bukankah ketika perusahaan sedang naik daun kita merasa tidak perlu melakukan perubahan? Ini disebut “Ilusi Perubahan” yang mengatakan bahwa satu-satunya alasan yang masuk akal untuk perubahan adalah ketika terjadi krisis. Padahal, perubahan yang terjadi karena krisis pasti terasa menyakitkan, membutuhkan biaya besar, dan sering sudah terlambat. Bukankah alasan terbaik untuk melakukan perubahan adalah buat mempertahankan posisi yang sudah kita nitmati selama ini? Bukankah perubahan mestinya adalah sesuatu yang kita “haruskan” kepada diri kita sendiri, bukannya menunggu hal itu “diharuskan” oleh situasi, keadaan, pelangan dan pesaing?</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Ketiga, orang tidak melakukan apa yang sudah diketahuinya karena tidak mau meninggalkan zona nyamannya. Apa pun yang biasa kita lakukan memang menciptakan </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">gaya</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> gravitasi yang luar biasa. Karena itu, keinginan menerapkan sesuatu yang baru selalu menciptakan </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">medan</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> pertempuran dalam diri kita. Pertempuran ini sering berjalan tidak seimbang karena kebiasaan lama pasti memiliki </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">gaya</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> tarik yang lebih besar. Belum lagi, ada factor lingkungan yang juga cukup besar pengaruhnya. Maka, tidak aneh bahwa pertarungan ini akan dengan mudah dimenangi kebiasaan-kebiasaan lama kita.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Semua pengetahuan yang tidak dimanfaatkan sebenarnya hanyalah satu bentuk pemborosan. Kapan Anda tahu bahwa Anda perlu menelepon seorang pelanggan? Akan tetapi, kapan Anda benar-benar meneleponnya? Kapan Anda tahu bahwa membangun jaringan penting bagi Anda? Akan tetapi, kapan Anda mulai membangun jaringan tersebut? Kesenjangan antara “kapan Anda melakukan”, itulah definisi pemborosan waktu. Lebih jauh lagi, Anda sebenarnya baru dapat disebut sebagai seorang pemimpin bila Anda “melalukan” bukankah di akhir hidup kita, kita akan ditanya mengenai apa yang kita ketahui? Bukankah pertanyaan terpenting adalah apa yang telah kita lakukan?<br />
(el—mdgti)</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"> </p>
<div></div>
<p><span style="font-size:11pt;color:#333333;"></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0 0 9.35pt;"><span style="font-size:8pt;color:#333333;">JAKARTA : ( Majalah SWA, 08/XXIV/17-29 April 2008 ) </span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurlatifah.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurlatifah.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlatifah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlatifah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlatifah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlatifah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlatifah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlatifah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlatifah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlatifah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlatifah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlatifah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlatifah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlatifah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlatifah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlatifah.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=45&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/04/24/mengapa-banyak-orang-yang-tahu-tapi-tidak-melakukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d265595f693711500db4acc9fc1dc6f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Tip untuk Kesuksesan Eksekusi Strategi</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/04/24/10-tip-untuk-kesuksesan-eksekusi-strategi/</link>
		<comments>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/04/24/10-tip-untuk-kesuksesan-eksekusi-strategi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 05:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlatifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlatifah.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[  Baru-baru ini saya melakukan survey dengan responden hampir 141 manajer dan eksekusi puncak di Indonesia. Temuannya ada lima faktor penyebab kegagalan implementasi strategi.   Pertama, komunikasi yang tak jelas menyangkut akuntabilitas dan tanggung jawab. Kedua, pertukaran informasi yang kurang baik antar individu ataupun antar unit yang bertanggung jawab atas implementasi strategi. Ketiga, strategi itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=44&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"> </p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Baru-baru ini saya melakukan survey dengan responden hampir 141 manajer dan eksekusi puncak di </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">. Temuannya ada </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">lima</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> faktor penyebab kegagalan implementasi strategi. </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"> </p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Pertama, komunikasi yang tak jelas menyangkut akuntabilitas dan tanggung jawab. Kedua, pertukaran informasi yang kurang baik antar individu ataupun antar unit yang bertanggung jawab atas implementasi strategi. </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Ketiga, strategi itu sendiri memang tidak jelas. </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">K</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">eempat, ketidakmampuan mengelola perubahan secara efektif atau menyelesaikan resistensi internal. Dan terakhir, kurangnya rasa memiliki atau keterlibatan staf kunci dalam menyusun strategi dan implementasinya. Yang tak kalah menarik, kelima hal tersebut juga dialami para manajer dan eksekutif di Amerika Serikat &#8212; hanya urutannya yang berbeda – sebagaimana dilaporkan Prof. Hrebiniak dari </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Wharton</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Business</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">School</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"> </p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><span id="more-44"></span></span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Berdasarkan riset itu, maka ada 10 tip yang dapat digunakan untuk mengurangi hambatan di atas agar strategi dapat diimplementasikan seperti yang direncanakan.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">(1) kenali bisnis Anda. Apakah anda berada pada industri yang sedang berkembang cepat dan dengan persaingan ketat? Jika ya, strategi implementasi harus fleksibel terhadap perubahan dengan ketidakpastian yang tinggi. Terlepas dari sector industri yang digeluti, jika Anda seorang CEO, atau menduduki posisi puncak lainnya, sebagian besar masalah yang dihadapi juga penuh ketidak pastian sehingga tantangannya adalah bagaimana membuatnya logically make sense.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">(2) Tentukan sasaran yang focus (less for more). Sasaran bisnis kini semakin sulit dicapai sehingga perusahaan harus menerjemahkan setiap inisiatif dengan jelas. Sasaran yang focus akan memudahkan penyusunan strategi dan implementasinya. Lakukan brainstorming untuk menerjemahkan focus tersebut.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">(3) Tetapkan siapa yang akuntabel dari setiap sasaran. Akuntabilitas hanya melekat pada seseorang dan dia pula yang harus membuat setiap keputusan akhir, sedangkan tanggung jawabnya dapat didelegasikan ke beberapa orang. Buatlah accountability and responsibility matrix, tetapkan key performance indicator dan dapatkan komitmen secara tertulis dari semua yang terlibat.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">(4) Sinkrokan strategi yang disusun dengan tiap-tiap fungsi, seperti pemasaran, operasional, keuangan dan SDM. Setiap fungsi selalu memiliki keterbatasan, baik dari struktur maupun infrastrukturnya, dan ini unik untuksetiap perusahaan. Perusahaan yang memilih pertumbuhan dalam strategi bisnisnya dapat saja diterjemahkan oleh bagian pemasaran dengan cara menawarkan berbagai varian produk. Namun, jika dari segi operasional tidak didukung dengan kemampuan manghasilkan produk yang bermacam-macam secara efisien, strategi pemasaran tidak selaras dengan operasional. Hasilnya, pemasaran bisa menjual lebih banyak, tapi operasional menjadi lebih mahal, dan ujung-ujungnya, profit berkurang atau malah rugi.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><br />
(5) Ciptakan struktur organisasi yang terintegrasi. Strategi akan memengaruhi struktur organisasi. Dan struktur organisasi yang terintegrasi akan memengaruhi efisiensi dan efektivitas Anda dalam menimplementasi strategi tersebut. </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Strategi (low-cost, diferensiasi, global), kebutuhan efisiensi (fungsional) atau efektivitas (unit bisnis), hubungan antara pasar dan teknologi, dan tingkat pertumbuhan organisasi akan menentukan strukturyang sesuai, seperti sentralisasi, desentralisasi, fungsional, divisional, matriks atau campuran. Perlu diperhatikan bahwa, berdasarkan riset kami, organisasi matriks adalah yang paling dirasakan sulit dalam implementasi.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">(6) Terapkan “konsep” manajemen proyek. Ini merupakan salah satu cara untuk memilah sasaran untuk tiap-tiap unit bisnis, tim atau individu. Hasil survey kami menunjukan bahwa sebagian besar responden mengetahui “telah” terjadi masalah dalam implementasi jika mengalami keterlambatan. Manajemen proyek akan membantu implementasi berlangsung tepat waktu, sesuai dengan anggaran, dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">(7) Perhatikan masalah komunikasi. Berdasarkan survey, masalah komunikasi merupakan sumber kegagalan implementasi utama. </span><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Ada</span><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> tiga hal yang perlu mendapatka perhatian, yakni perencanaan (informasi apa yang diperlukan, oleh siapa, kapan, dan bagaimana menyampaikannya), distribusi informasi (tersedia pada saat dibutuhkan), dan pelaporan (status report, progress, forecasting, diseminasi, lessons learned). Hasil riset kami menunjukan, komunikasi informasi lebih disukai daripada yang formal. Maka di samping komunikasi formal di atas, alur komunikasi informasi juga harus tetap diperhatikan. Tanpa disadari, kadang-kadang tanpa disengaja kita meeting di hallway atau pantry, tapi hasilnya cukup memuaskan.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">Disamping itu, sediakan informasi yang tepat dan ciptakan sitem untuk berbagi informasi dengan knowledge management. Menurut responden kami, hal ini masih sulit, apalagi antar departemen atau antar-unit bisnis. Yang membuat makin sulit adalah informasi yang dibagi kadang-kadang diragukannya keakuratannya.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">(8) Lakukan pengukuran. Pilihlah sasaran jangka panjang dan pendek yang akan diukur dan jangan terlalu banyak agar biasa focus, mudah dalam control, dan mendapatkan bobot (perhatian) yang lebih. Jika Anda memberikan stretch target, perhatikan insentif yang sesuai. Stretch target tanpa dukungan akan menghasilkan stress atau burn-out. Sebaliknya dukungan akan menghasilkan suasana comfort zone seperti di country-club. Metode pengukuran dengan Balanced Scorecard yang tepat dapat memberikan motivasi dan implementasinya tidak melenceng dari sasarannya. Perangkat lain Six Sigma atau PDCA dapat membantu melakukan perbaikan proses bisnis secara terukur. Jangan memakai berbagai perangkat, jangan pula berganti-ganti, karena akan membingungkan dan sulit membandingkan kinerjanya.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">(9) Buatlah dokumentasi implementasi. Lebih dari 60% responden mengakui bahwa implementasi lebih sulit dari pada formulasi strategi. Ini berarti banyak sekali pengalaman berharga yang didapat sewaktu implementasi, baik bagi individu maupun organisasi. Jika ini dapat dikelola dengan baik, akan menjadi bekal untuk operations excellence dan internal (organic) growth, ini juga akan menjadi sumber perbaikan proses bisnis dan inovasi yang merupakan asset dan kultur perusahaan yang tak dapat atau sulit ditiru. Karena itu, dokumentasi itu penting.</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"> </span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;">(10) Ciptakan teamwork yang kuat dengan memperhatikan chemistry orang-orang yang terlibat di dalamnya. Setiap anggota dalam tim inti harus memiliki values, sikap dan budaya yang sesuai. Walaupun tidak ditanyakan secara spesifik dalam survey, sekitar 30% responden menyebutkan bahwa budaya perusahaan adalah hal yang benar-banar harus diperhatikan. (mdgti)</span></p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"> </p>
<p class="NormalWeb5" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#333333;"><span style="font-size:8pt;color:#333333;">JAKARTA</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;"> : (Majalah SWA, 08/XXIV/ 17-29 April 2008)</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurlatifah.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurlatifah.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlatifah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlatifah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlatifah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlatifah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlatifah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlatifah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlatifah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlatifah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlatifah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlatifah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlatifah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlatifah.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlatifah.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlatifah.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=44&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/04/24/10-tip-untuk-kesuksesan-eksekusi-strategi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d265595f693711500db4acc9fc1dc6f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LELAKI PILIHAN</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/28/lelaki-pilihan/</link>
		<comments>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/28/lelaki-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 02:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlatifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlatifah.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[ehemm&#8230; Lelaki Pilihan Siapa laki-laki pilihan para wanita muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan, atau si wajah tampan? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan syarat ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=42&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ehemm&#8230; Lelaki Pilihan Siapa laki-laki pilihan para wanita muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan, atau si wajah tampan? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan syarat ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara bahkan lebih rendah dari dirinya dengan catatan selama ia masih beragama Islam. Pilihan-pilihan itu sering mengemuka seiring dengan rencana dan keinginan seorang wanita untuk menempuh jalinan rumah tangga. Sebab, konon saat ini semakin sulit mencari laki-laki ideal dan &#8220;jempolan&#8221;. Tentu bukan karena timpangnya perbandingan jumlah laki-laki dan wanita. Namun lebih dimungkinkan karena semarak aktifitas keislaman lebih berkembang di kalangan wanita muslimah dibandingkan laki-laki, meski hal itu masih perlu dilakukan verifikasi dengan data statistik yang benar. </p>
<p>Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah wajarkah seseorang wanita mensyaratkan kadar keimanan (agama) yang lebih tinggi atas calon suaminya? Nikah adalah ikatan paling kuat dan kekal antara dua jenis insan . Ia pun banyak membawa hal-hal yang lebih positif bagi seseorang daripada hidup membujang. Jiwa perlu diikat dengan pengikat yang kuat lagi kokoh. Pengikat ini adalah aqidah. Karena hanya aqidah yang dapat mengarahkan hidup seseorang, menyetir hati, pikiran dan perasaannya, serta menanamkan pengaruh yang paling berkesan, kemudian menentukan jalan kehidupan mereka. </p>
<p>Dalam kaitan inilah, para ulama bersepakat atas haramnya seorang wanita muslim mengawini laki-laki kafir, baik kafir musyrik ataupun kafir kitabi. Hal itu juga ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, &#8220;&#8230; dan janganlah kamu menikahkan orang musyrik dengan wanita beriman sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu&#8217;min lebih baik dari seorang musyrik walaupun ia menarik hatimu &#8230;&#8221; (QS/ Al-Baqarah:221). Secara teoritis, tabiat wanita akan cenderung mengikuti suaminya. Sementara dalam sistem Islam, kepala keluarga adalah suami. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi calon suami yang lebih mapan dan tinggi keimanannya menjadi satu syarat yang tidak bisa diabaikan. </p>
<p>Sementara itu, ada kecenderungan laki-laki muslim untuk (sengaja atau tidak) menunda pernikahan dengan beragam alasan. Studi, karir, masalah ekonomi, ingin lebih mendahulukan kepentingan keluarga dan berbagai alasan lainnya. Kondisi tersebut sesungguhnya justru sangat kontradiktif dengan keadaan yang dialami para muslimah. Bagi para wanita muslimah yang memahami konsep Islam secara baik, yang menjadi ukuran utama adalah kadar ketaqwaan dan tingkat keimanan dari calon suami. Sementara harta, jabatan, penampilan fisik dan latar belakang menjadi tidak lebih diutamakan meski tidak pula menampik hasrat untuk mendapatkan yang &#8216;lebih&#8217; dari semua persyaratan itu. Artinya, keinginan untuk mendapatkan suami dengan penampilan menarik, harta yang cukup ditopang jabatan yang menjanjikan menjadi tidak lebih penting bagi seorang wanita muslimah jika syarat utamanya, yakni kadar keimanan dan akhlaq yang baik tidak dimiliki oleh calon pendampingnya. </p>
<p>Banyak wanita muslimah saat ini yang berpendapat bahwa tidak ada salahnya untuk memperoleh pendamping hidup yang sholeh, tampan, cukup harta dan berpendidikan. Pendapat itu tidak salah, namun juga tidak menjadi benar jika itu menjadi alasan untuk menolak setiap laki-laki sholeh yang datang karena tidak memenuhi syarat lainnya. </p>
<p>Hal itu ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya, Dari Abi Hatim al Muzani, ia berkata, &#8220;Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Apabila datang (meminang) kepadamu orang yang kamu ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka nikahkanlah (anakmu dengan) dia. Jika tidak kamu lakukan maka akan timbullah fitnah di bumi dan kerusakan yang besar,&#8221; Mereka bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, jika hal itu memang ada?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Apabila datang (meminang) kepadamu, orang yang engkau ridha (karena) agama dan akhlaqnya, maka nikahkanlah anakmu dengan dia.&#8221; (diucapkan tiga kali) (HR. Tirmidzi) </p>
<p>Imam Asy Syaukani mengatakan, &#8220;orang yang kamu ridhai karena agama dan akhlaqnya&#8221; dalam hadits diatas, menunjukkan bahwa kufu itu menyangkut segi agama dan akhlaq. Sedangkan Imam Malik menegaskan bahwa kufu itu hanya menyangkut agama saja. Demikian juga apa yang dikutip dari Umar dan Ibnu Mas&#8217;ud dan kalangan tabi&#8217;in seperti Muhammad Ibn Sirin dan Umar bin Abdul Aziz dengan dasar firman: &#8220;Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling taqwa kepada-Nya.&#8221; </p>
<p>Dari sudut pernikahan, kufu dalam arti agama memang menjadi suatu ketentuan yang mutlak. Namun, kufu dari sisi akhlaq merupakan pertimbangan yang lebih jauh. Ini menyangkut masa depan keutamaan sebuah keluarga muslim di tengah keluarga muslim lainnya. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menyatakan bahwa apabila yang datang itu adalah seorang yang baik agama dan akhlaqnya, maka (jika anak perempuannya juga tidak keberatan) pinangannya harus diterima. </p>
<p>Agama dan akhlaq adalah ukuran yang ideal bagi suami yang baik. Dari sisi inilah wajar bila seorang wanita muslimah ingin mendapatkan nilai lebih dari diri calon suaminya, minimal dibandingkan dirinya sendiri. Tetapi cukuplah bersyukur atas nikmat dan anugrah yang diberikan Allah SWT jika memang Allah menentukan pilihan bagi seorang muslimah yang &#8230;ehm, Sholeh, tampan, berpendidikan dan cukup harta. Hendaknya ia tidak menjadi takabbur menganggap dirinya lebih mulia dari wanita muslimah lainnya, karena sesungguhnya atas segala nikmat yang Allah berikan, Allah titipkan pula ujian didalamnya untuk menguji apakah hamba-Nya bersyukur atau sebaliknya. (bay/beberapa sumber)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurlatifah.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurlatifah.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlatifah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlatifah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlatifah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlatifah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlatifah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlatifah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlatifah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlatifah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlatifah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlatifah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlatifah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlatifah.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlatifah.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlatifah.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=42&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/28/lelaki-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d265595f693711500db4acc9fc1dc6f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam yang Berbahaya</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/28/malam-yang-berbahaya/</link>
		<comments>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/28/malam-yang-berbahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 02:12:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlatifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlatifah.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, &#8220;Rasululloh shallallahu alaihi wasalam bersabda: Matikanlah lampu-lampu itu pada malam hari ketika kalian tidur, tutuplah pintu-pintu, ikatlah mulut-mulut geriba, tutuplah makanan dan minuman.&#8221; Dalam riwayat yang lain ditambahkan, &#8220;Peluklah bayi-bayi kalian pada waktu sore karena jin pada waktu itu berkeliaran dan menyambar.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=41&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, &#8220;Rasululloh shallallahu alaihi wasalam bersabda: Matikanlah lampu-lampu itu pada malam hari ketika kalian tidur, tutuplah pintu-pintu, ikatlah mulut-mulut geriba, tutuplah makanan dan minuman.&#8221; Dalam riwayat yang lain ditambahkan, &#8220;Peluklah bayi-bayi kalian pada waktu sore karena jin pada waktu itu berkeliaran dan menyambar.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dalam hadits ini Rasululloh shallallahu alaihi wasalam memerintahkan kita melakukan lima hal sebelum menutup hari dengan tidur. Ini adalah sebuah langkah antisipasi, dalam mewujudkan terjadinya kemaslahatan-kemaslahatan. Agar tidak ada musibah yang dapat menganggu kita, saat sedang tidur atau usai tidur. </p>
<p>Pertama, padamkan lampu. Barangkali saja ada di antara kita yang senang tidur dengan suasana terang benderang. Bagi mereka, tidur dengan cara gelap, akan membuat suasana terasa tidak nyaman, dan sumpek. Tarikan napas tidak senormal biasanya. Namun alangkah baiknya bila tidak semua ruangan dalam kondisi &#8220;on&#8221;. Benderang ruangan akan membuat orang yang berniat jahat tambah tertarik setelah menyaksikan harta kekayaan Antum begitu menggoda.</p>
<p>Kedua, tutup pintu. Sekalipun antum sudah sangat lelah dan ada anggota rumah lain atau pembantu yang biasa melakukan hal itu, periksalah ulang kunci pintu rumah antum. Barangkali sudah terkunci akan tetapi masih kurang rapat betul. Selain mengantisipasi datangnya orang-orang usil yang akan merugikan antum seperti tersebut di atas, juga menjaga kemungkinan masuknya binatang seperti ular.</p>
<p>Ketiga dan keempat, menutup teko, mengikat geriba, atau menutup semua mangkuk yang berisi makanan dan minuman. Pada saat kita sedang tidur nyenyak, itu adalah kesempatan yang baik bagi para tikus, cecak, atau serangga lain untuk dengan bebas melakukan apa saja di dapur rumah. Karenanya, menjaga dari kemungkinan dihinggapi, dijilati, atau kejatuhan kotorannya adalah tindakan baik dalam berjaga-jaga. Mungkin antum punya kulkas atau alat pengaman lain, tetapi makanan atau minuman belum dimasukkan ke sana. </p>
<p>Kelima, Lindungilah segenap keluarga antum dari bahayanya malam. Utamanya terhadap anak-anak kecil, tidaklah perlu diberi kebebasan sesuka hati pada mereka untuk menikmati malam hari dengan bebas berkeliaran ke sana kemari. Malam menyimpan banyak bahaya, sementara mereka masih belum mampu melihat adanya bahaya-bahaya itu, belum mampu menjaga diri. Bahaya nyata ada didepan mata, katakanlah mereka dapat saja terantuk batu, terpelosok lubang, digigit kalajengking atau digigit ular atau binatang yang lainnya. </p>
<p>Dalam sebuah hadits dijelaskan, baik jin maupun syetan itu berkeliaran pada malam hari. Jin maupun syetan bisa saja masuk melalui layar kaca (televisi) yang ada di rumah. Anak kita menjadi begitu sulit dan nakal karena pengaruh tayangan TV yang biasanya makin menarik di malam hari. </p>
<p>Semoga kita bisa menjalankan lima pesan Rasululloh shallallahu alaihi wasalam ini. InsyaAllah. Wallahu A&#8217;lam</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurlatifah.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurlatifah.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlatifah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlatifah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlatifah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlatifah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlatifah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlatifah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlatifah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlatifah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlatifah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlatifah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlatifah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlatifah.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlatifah.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlatifah.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=41&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/28/malam-yang-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d265595f693711500db4acc9fc1dc6f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGAPA WANITA DIMINTA UNTUK MENUTUP AURAT..?</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/28/mengapa-wanita-diminta-untuk-menutup-aurat/</link>
		<comments>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/28/mengapa-wanita-diminta-untuk-menutup-aurat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 01:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlatifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maret 2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlatifah.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[hmm.. aku jadi teringat celotehan adikku yang sehabis membaca hadist yg mengatakan, &#8220;sesungguhnya wanita itu dibawah tanggung jawab 4 laki-laki yaitu : suaminya, ayahnya, anak laki-lakinya dan saudara laki-lakinya dan laki-laki bertanggung jawab terhadap 4 orang wanita yaitu : ibunya, istrinya, anak wanitanya dan saudara wanitanya&#8221; kata adikku waktu itu sehabis baca hadist itu &#8220;enak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=40&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hmm.. aku jadi teringat celotehan adikku yang sehabis membaca hadist yg mengatakan,<br />
&#8220;sesungguhnya wanita itu dibawah tanggung jawab 4 laki-laki yaitu : suaminya, ayahnya, anak laki-lakinya dan saudara laki-lakinya dan laki-laki bertanggung jawab terhadap 4 orang wanita yaitu : ibunya, istrinya, anak wanitanya dan saudara wanitanya&#8221;</p>
<p>kata adikku waktu itu sehabis baca hadist itu &#8220;enak ya ka.. jadi wanita, karena dijaga oleh 4 orang laki-laki..&#8221; celotehnya sambil senyum-senyum tiduran di kasur sambil memegang sebuah bacaan islami.</p>
<p>&#8220;iya enak bila bertemu dengan laki-laki yang paham dan mengamalkan peringatan Rasulullah tsb, tapi kebanyakan laki-laki saat ini nda ada yang tahu akan tanggung jawabnya terhadap wanita-wanita tsb.&#8221; jawabku seperti biasa sambil tidur-tiduran disebelahnya</p>
<p>&#8220;ka..berarti saat ini banyak sekali laki-laki yang berdosa karena tidak memenuhi tanggung jawabnya yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul ya..? karena membiarkan para wanita dan tidak bertanggung jawab terhadap ibu, istri, anak dan saudara perempuannya ya..?&#8221;</p>
<p>hmm.. hadist yang dibacakan oleh adikku waktu itu, terus bermain-main dalam pikiranku, sadarkah para laki-laki akan beratnya balasan atas pertanyaan yang kelak tidak akan mampu dijawabnya dihadapan Allah?? sadarkah laki-laki, bahwa kekacauan saat ini, hingga para wanita berteriak di jalanan dan meminta &#8216;kesetaraan&#8217; yg tidak jelas diminta oleh wanita itu sendiri, adalah karena kalian tidak mampu menjaganya?? dan karena kalian tidak menjalankan apa yg diperintahkan oleh Rasulullah untuk bertanggung jawab kepada para wanita? karena kalian tidak mampu mendidiknya? karena kalian tidak memberikan haknya yg diperintahkan oleh Rasulullah?</p>
<p>hmm.. wanita itu memang unik, katanya lemah tapi mampu menaklukan segalanya, katanya kuat, tapi selalu saja mengiba untuk dilindungi, katanya rapuh, tapi mampu merusak segalanya, katanya bodoh, tapi mampu membuat linglung semuanya.</p>
<p>hmm.. menurutku, wanita itu perasaannya halus, jadi jangan disakiti hatinya atau karena akan merusak akalnya dan merusak semuanya. tapi jangan pula dimanja dengan kemewahan, karena dia akan lupa diri dan membuat yg lainpun ikut lupa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  jangan pula dibuat sengsara kebutuhannya, karena dia mampu menghilangkan wibawa pasangannya.</p>
<p>aku senang sekali memperhatikan tingkah laku mahluk Allah, dan aku senang sekali memperhatikan wanita, karena keunikannya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  hehehe</p>
<p>perasaanya yang halus didik dengan pengertian dan kasih sayang. Keterbatasan akalnya didik dengan agama. Kemanjaannya didik dengan ilmu.</p>
<p>Hmm.. dulu aku selalu berfikir, kenapa Allah memerintahkan wanita untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya?? hmm. .sejak saat itu aku mulai memperhatikan postur tubuh wanita untuk aku bandingkan dengan postur tubuhnya laki-laki <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  sepanjang jalan dimana dan kemanapun aku pergi, aku mulai memperhatikan fisik laki-laki dan wanita secara detail.</p>
<p>Hmm.. sampai pada kesimpulan.. jelas aja Allah meminta wanita untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya, karena ketika aku bandingkan wanita kurus dengan laki-laki kurus, wanita gemuk dengan laki-laki gemuk, wanita pendek dengan laki-laki pendek, wanita tinggi dengan laki-laki tinggi, wanita hitam dengan laki-laki hitam, wanita keriting dengan laki-laki keriting, subhannallah.. tidak aku temukan keindahan pada fisik yg lain, kecuali pada fisik wanita.</p>
<p>Jangan bandingkan wanita gemuk dengan wanita langsing, karena akan bersifat relatif bila itu yg menjadi ukuran, atau wanita hitam dengan yg putih atau yg kuning, atau yg berambut keriting dengan yg rebonding.</p>
<p>Aku jadi ketawa-ketawa sendiri saat membayangkan wanita pendek, hitam manis, or putih, keriting, dengan laki-laki pendek, hitam manis, or putih dan keriting. Yang wanita tetap aja lucu dan enak dipandang mata, tapi yang laki-laki walaupun tampan maka akan kurangi ketampanannya karena postur tubuhnya yang dianggap tidak ideal untuk wanita. Hehehe&#8230;</p>
<p>Atau laki-laki langsing (kurus jangkung) dengan wanita langsing pula, maka tidak ada indah-indahnya yang laki-laki itu kalau tidak diimbangi dengan dadanya yang bidang dan tegap, tapi wanita langsing (kurus jangkung) malah terlihat indah dan banyak jadi model hanya karena posturnya tsb. Hehehe.. aku jadi senyum-senyum sendiri saat membandingkan Pretty Asmara wanita bertubuh tambun dengan Roni siapa ya..?? yg main di Extravaganza? Tetap aja.. si Pretty lebih enak dipandang, ketimbang Roni yang nda sedap dipandang mata.. hehehehe</p>
<p>Nah.. maka dengan kelebihan fisiknya itulah, Allah dan Rasul mewanti-wanti wanita untuk menjaga dirinya dan seluruh tubuhnya yg merupakan sumber fitnah. Sedangkan laki-laki yang berada disekitarnya, ayahnya, suaminya, saudara laki-lakinya, dan anaknya ikut bertanggung jawab akan semua hal yang sudah menyalahi aturan Allah dan RasulNya pada saat dilakukan oleh wanita-wanita dengan sengaja.</p>
<p>Jadi.. siap-siaplah para laki-laki untuk dimintai pertanggung jawaban atas perbuatan para wanita yang berada di bawah tanggung jawabnya tersebut.. hehehe.. bukan nakut-nakutin, tapi kenyataan bahwa banyaknya kekacauan-kekacauan saat ini adalah ulah para laki-laki yang tidak bisa menjaga wanita dan ulah para wanita yang dengan sengaja mengumbar hawa nafsunya.</p>
<p>- NL -</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurlatifah.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurlatifah.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlatifah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlatifah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlatifah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlatifah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlatifah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlatifah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlatifah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlatifah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlatifah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlatifah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlatifah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlatifah.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlatifah.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlatifah.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=40&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/28/mengapa-wanita-diminta-untuk-menutup-aurat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d265595f693711500db4acc9fc1dc6f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Wanita Mudah Menangis?</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/19/mengapa-wanita-mudah-menangis/</link>
		<comments>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/19/mengapa-wanita-mudah-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 07:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlatifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlatifah.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. &#8220;Ibu, mengapa Ibu menangis?&#8221;. Ibunya menjawab, &#8220;Sebab aku wanita&#8221;. &#8220;Aku tak mengerti&#8221; kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. &#8220;Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti&#8230;.&#8221; Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. &#8220;Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas&#8221;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=39&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang  bertanya pada ibunya. &#8220;Ibu, mengapa Ibu menangis?&#8221;.  Ibunya menjawab, &#8220;Sebab aku wanita&#8221;. &#8220;Aku tak mengerti&#8221; kata si anak  lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. &#8220;Nak, kamu memang tak akan  pernah mengerti&#8230;.&#8221;</p>
<p>Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya.  &#8220;Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang  jelas&#8221;. sang ayah menjawab, &#8220;Semua wanita memang sering menangis tanpa  alasan&#8221;. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.</p>
<p>Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi  remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita  menangis.  Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, &#8220;Ya  Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?&#8221;</p>
<p>Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan  menjawab, &#8220;Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.  Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan  isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk  menahan kepala  bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat  melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali  ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang  akan  membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk  merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa  berkeluh  kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih  sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan   situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan  dan hatinya. Perasaan ini pula  yang akan memberikan kehangatan pada  bayi-bayi yang mengantuk  menahan lelap. Sentuhan inilah yang  akan  memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing  suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung  baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap  hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa  suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan  menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri  sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi. Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat  mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah  kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata  ini adalah air mata kehidupan&#8221;. (Zuriati Ibrahim)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurlatifah.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurlatifah.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlatifah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlatifah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlatifah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlatifah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlatifah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlatifah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlatifah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlatifah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlatifah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlatifah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlatifah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlatifah.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlatifah.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlatifah.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=39&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/19/mengapa-wanita-mudah-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d265595f693711500db4acc9fc1dc6f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menginstall Iman Akibat Virus Merah Jambu</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/19/menginstall-iman-akibat-virus-merah-jambu/</link>
		<comments>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/19/menginstall-iman-akibat-virus-merah-jambu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 07:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlatifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlatifah.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Pernah tidak kamu buka komputer hati, dan menemukan sebuah virus yang mengacaukan program-program dan file-file di komputer hati kita? Virus yang gimana? Virus yang senantiasa bikin hati tidak tenang namun suka dan cemburu tapi cinta. Kalau pernah, pasti virus itu virus merah jambu. Mau tahu virus apa itu? Virus merah jambu atau virus cinta adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=38&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah tidak kamu buka komputer hati, dan menemukan sebuah virus yang mengacaukan program-program dan file-file di komputer hati kita? Virus yang gimana? Virus yang senantiasa bikin hati tidak tenang namun suka dan cemburu tapi cinta. Kalau pernah, pasti virus itu virus merah jambu. Mau tahu virus apa itu?</p>
<p>Virus merah jambu atau virus cinta adalah salah satu jenis virus ganas yang mengakibatkan penyakit hati pada diri kita, dapat merambat ke seluruh network tubuh dan sangat sulit dihilangkan. Dari berbagai kasus yang pernah ditemukan, ternyata virus ini banyak ditemukan pada usia-usia remaja sekitar umur belasan tahun. Lebih tepatnya virus ini banyak menjangkiti para ABG yang nggak punya sistem pertahanan berupa software Iman.</p>
<p>Tapi survei juga membuktikan bahwa walaupun remaja-remaja tersebut memiliki software Iman, namun karena jarang membuka file C:\Iman\CintaIlahi.Exe atau file C:\Iman\Rajinibadah.doc yang berada dalam paket software tersebut, maka akhirnya remaja-remaja tersebut terkena juga dengan didahului pertahanan iman yang cenderung turun, dan virus merah jambu menyebar ke seluruh komputer hati mereka.</p>
<p>Nah lho, kalau sudah begitu, apa yang terjadi? Maka mulailah virus ini bekerja mengacaukan sistem, program-program, dan file-file kita dengan selalu menampilkan gambar syaithon yang tertawa lebar, gembira melihat kegagalan kita meraih ridlo-Nya. Namun banyak juga yang suka dengan tampilan syaithon tersebut. Yang pada akhirnya virus ini membuat hang pusat sistem otak syaraf dan akal mereka. Yang kalau itu terjadi, maka virus ini akhirnya dapat mengalahkan sistem otak syaraf dan akal yang kita miliki. Menomorsatukan cinta pada sesama manusia, dan menomorduakan cinta pada Ilahi. </p>
<p>Tapi apakah itu semua dapat dicegah??? Gimana caranya? Yang musti kamu lakukan pertama kali, yaitu hilangkan dulu file-file yang dapat menjadi pintu masuk virus ini, misalnya saja cintadunia.exe. Lalu masukan disket anti virus yang berisi file syakshiyah.exe yang akan membersihkan sedikit demi sedikit virus cinta sampai ke akar-akarnya bila file tersebut dijalankan. Kalau anti virus tersebut tidak berhasil, maka kamu perlu menginstall kembali software imanmu. Kamu bisa pergi ke kajian-kajian yang nawarin jasa installer iman. Atau kamu bisa beli disket installer berisi file Aqidah.exe atau Imankuat.doc. Kalau sudah berhasil diinstall, pastikan komputer hatimu bekerja dengan normal kembali. Dan supaya tidak terulang kembali, maka seringlah membuka file dakwah.exe dan ukhuwwah.doc agar hati kita senantiasa jernih dan OKs banget . [nur]</p>
<p>______________________<br />
Sumber : Buletin Insan Edisi 23 </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurlatifah.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurlatifah.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlatifah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlatifah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlatifah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlatifah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlatifah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlatifah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlatifah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlatifah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlatifah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlatifah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlatifah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlatifah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlatifah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlatifah.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=38&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/19/menginstall-iman-akibat-virus-merah-jambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d265595f693711500db4acc9fc1dc6f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepucuk Surat Dari Seorang Ayah</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/18/sepucuk-surat-dari-seorang-ayah/</link>
		<comments>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/18/sepucuk-surat-dari-seorang-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 02:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlatifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlatifah.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki; surat seorang ayah kepada seorang ayah. Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=37&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang laki-laki kepada seorang laki-laki; surat seorang ayah kepada seorang ayah. </p>
<p>Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui. </p>
<p>Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.</p>
<p>Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.</p>
<p>Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: &#8220;TIDAK&#8221;, timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan. </p>
<p>Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku. </p>
<p>Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan. </p>
<p>Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit. </p>
<p>Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan ruhaniah yang sebenarnya. </p>
<p>Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa. </p>
<p>Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari ayah yang senantiasa merindukanmu. </p>
<p>(disalin dari lembaran da&#8217;wah &#8220;MISYKAT&#8221; No.8)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurlatifah.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurlatifah.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlatifah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlatifah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlatifah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlatifah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlatifah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlatifah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlatifah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlatifah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlatifah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlatifah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlatifah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlatifah.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlatifah.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlatifah.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=37&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/03/18/sepucuk-surat-dari-seorang-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d265595f693711500db4acc9fc1dc6f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setiap Orang Adalah Spesial</title>
		<link>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/02/26/setiap-orang-adalah-spesial/</link>
		<comments>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/02/26/setiap-orang-adalah-spesial/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 07:39:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nurlatifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurlatifah.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang adalah spesial, dan setiap orang adalah unik. Sang Maha Pencipta telah menuliskan takdir yang unik dan spesial buat setiap orang. Tidak ada kisah yang sama, setiap orang memiliki kisah hidup yang berbeda. Di mana kisah hidup itu harus ditemukan dalam sebuah cerita panjang kehidupan diri yang utuh, yang tak terputuskan oleh sebuah situasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=36&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Setiap orang adalah spesial, dan setiap orang adalah unik. Sang Maha Pencipta telah menuliskan takdir yang unik dan spesial buat setiap orang. Tidak ada kisah yang sama, setiap orang memiliki kisah hidup yang<br />
berbeda. Di mana kisah hidup itu harus ditemukan dalam sebuah cerita panjang kehidupan diri yang utuh, yang tak terputuskan oleh sebuah situasi dan kondisi. Jangan pernah melihat hidup dari sebuah keadaan, tapi lihatlah hidup sebagai permulaan untuk mencapai mimpi dan harapan.<span id="more-36"></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Perjalanan hidup dari setiap orang biasanya akan dituntun oleh takdir yang merupakan rahasia dari Sang<br />
Maha Pencipta. <span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Rahasia hidup tersebut seperti sebuah teka &#8211; teki yang harus dipikirkan dan dikerjakan.<br />
Hidup bukanlah satu tambah satu sama dengan dua, tapi hidup ini sebuah misteri yang harus dijalani hingga di akhir hari dari hidup kita. Kita harus terus bertanya pada diri sendiri tentang kebutuhan kita dalam<br />
menjelajahi semua medan kehidupan yang wajib kita jalani. Sebab, medan kehidupan yang wajib kita jalani<br />
merupakan sebuah misteri dari Sang Maha Pencipta. Sering sekali seseorang merasa aneh bisa mencapai<br />
sebuah kehidupan yang tak terpikirkan olehnya, dan banyak juga orang hidup banting tulang, tapi<br />
keinginannya belum tercapai terus. </span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Kita bukanlah foto copy dari siapa pun dan apa pun, kita semua adalah energi yang unik dan spesial dan tak<br />
sama. Kita berada dikehidupan ini untuk menjadi diri sendiri, dan bukan untuk menjadi diri orang lain.<br />
Potensi unik dan hebat yang dititipkan oleh Sang Maha Pencipta di balik otak tak sadar kita, haruslah kita<br />
aktifkan melalui pembelajaran secara terus menerus, agar kita tahu tentang arah hidup yang wajib kita lalui.<br />
Diri kita diciptakan oleh Sang Maha Agung, agar kita mengembangkan semua potensi diri secara sempurna,<br />
hingga kita mampu membaca tanda &#8211; tanda dari takdir diri kita.</span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Kita tidak boleh terjebak dalam kompetisi yang diarahkan oleh nafsu dan ego diri, kita harus selalu<br />
melatih diri kita untuk memiliki keseimbangan antara fisik, emosi, dan akal sehat. Secara pasti latilah<br />
diri dengan energi tenang, dan masukkan energi tenang tersebut ke dalam batin terdalam, agar dalam<br />
ketenangan dan kesabaran diri kita bisa mengendalikan semua nafsu dan ego negatif.</span></p>
<p></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Setiap orang wajib hidup dalam semangat tinggi, dan terus menjaga semangat tinggi tersebut untuk mengisi<br />
setiap detik dari waktu dengan berbagai hal terbaik. Kita tidak diciptakan untuk menjadi jahat, tapi kita<br />
diciptakan untuk mengkosentrasikan semua bakat dan potensi diri buat segala kebaikan hidup.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Setiap orang ditakdirkan untuk menemukan puncak sukses dalam kehidupan yang mereka inginkan, dan tak ada seorang pun dilahirkan untuk gagal dan kalah. Tidak ada kalah ataupun menang dalam hidup ini, kita semua ada untuk mengeksplorasi semua potensi diri secara optimal.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#333333;font-family:Arial;">Kita bukan foto copy dari siapa pun dan apa pun, tapi kita semua adalah individu &#8211; individu yang unik dan<br />
memiliki keunggulan yang tak tertandingi oleh yang lain, dan semua keunikan tersebut wajib dieksplorasi<br />
untuk dimanfaatkan buat kebaikan hidup. Seharusnya, tidak ada orang yang menyia-nyiakan waktu buat menjadi orang lain. Jalani saja hidupmu sesuai dengan hasrat yang menggelora di dalam batin terdalammu, latilah diri secara berkelanjutan terhadap semua hal yang Anda cintai, fokuskan diri pada hal &#8211; hal yang bisa membuat diri Anda bahagia, dan pastikan setiap detik dari proses hidup Anda menghasilkan rasa senang, rasa nyaman, rasa bahagia, rasa damai, dan rasa berkecukupan.</span><span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nurlatifah.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nurlatifah.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nurlatifah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nurlatifah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nurlatifah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nurlatifah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nurlatifah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nurlatifah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nurlatifah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nurlatifah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nurlatifah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nurlatifah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nurlatifah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nurlatifah.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nurlatifah.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nurlatifah.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nurlatifah.wordpress.com&amp;blog=2436697&amp;post=36&amp;subd=nurlatifah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nurlatifah.wordpress.com/2008/02/26/setiap-orang-adalah-spesial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d265595f693711500db4acc9fc1dc6f8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
