The power of NO!

April 24, 2008

 

Pembaca, saya ingin share kepada Anda soal kekuatan dari mengatakan TIDAK dalam hidup kita. Bukankah kita lebih banyak diajar untuk mengatakan YA kepada orang lain serta tidak menolak orang lain, sejak kita masih kecil. Jadi, adakah sisi positif dari mengatakan TIDAK dalam hidup kita. Tentu! Dan saya berikan contoh kasusnya.

Baca entri selengkapnya »


Mengapa Banyak Orang Yang Tahu Tapi Tidak Melakukan?

April 24, 2008

 

Seseorang yang bijak datang ke sebuah desa dan menetap di sana untuk memberikan pencerahan. Ketika ia berceramah, orang-orang desa berduyun-duyun datang memenuhi balai desa untuk mendengarkannya. Ceramahnya sangat menarik dan membuat orang-orang tercerahkan. Karena itu mereka selalu tak sabar menunggu datangnya minggu-minggu berikutnya. Namun, penduduk kemudian menemukan fakta: orang bijak ini ternyata selalu menyampaikan ceramah yang sama. Mereka pun curiga bahwa orang ini seorang penipu yang hanya mengetahui satu ceramah. Baca entri selengkapnya »


10 Tip untuk Kesuksesan Eksekusi Strategi

April 24, 2008

 

Baru-baru ini saya melakukan survey dengan responden hampir 141 manajer dan eksekusi puncak di Indonesia. Temuannya ada lima faktor penyebab kegagalan implementasi strategi.

 

Pertama, komunikasi yang tak jelas menyangkut akuntabilitas dan tanggung jawab. Kedua, pertukaran informasi yang kurang baik antar individu ataupun antar unit yang bertanggung jawab atas implementasi strategi. Ketiga, strategi itu sendiri memang tidak jelas. Keempat, ketidakmampuan mengelola perubahan secara efektif atau menyelesaikan resistensi internal. Dan terakhir, kurangnya rasa memiliki atau keterlibatan staf kunci dalam menyusun strategi dan implementasinya. Yang tak kalah menarik, kelima hal tersebut juga dialami para manajer dan eksekutif di Amerika Serikat — hanya urutannya yang berbeda – sebagaimana dilaporkan Prof. Hrebiniak dari Wharton Business School.

 

Baca entri selengkapnya »


LELAKI PILIHAN

Maret 28, 2008

ehemm… Lelaki Pilihan Siapa laki-laki pilihan para wanita muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan, atau si wajah tampan? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan syarat ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara bahkan lebih rendah dari dirinya dengan catatan selama ia masih beragama Islam. Pilihan-pilihan itu sering mengemuka seiring dengan rencana dan keinginan seorang wanita untuk menempuh jalinan rumah tangga. Sebab, konon saat ini semakin sulit mencari laki-laki ideal dan “jempolan”. Tentu bukan karena timpangnya perbandingan jumlah laki-laki dan wanita. Namun lebih dimungkinkan karena semarak aktifitas keislaman lebih berkembang di kalangan wanita muslimah dibandingkan laki-laki, meski hal itu masih perlu dilakukan verifikasi dengan data statistik yang benar.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah wajarkah seseorang wanita mensyaratkan kadar keimanan (agama) yang lebih tinggi atas calon suaminya? Nikah adalah ikatan paling kuat dan kekal antara dua jenis insan . Ia pun banyak membawa hal-hal yang lebih positif bagi seseorang daripada hidup membujang. Jiwa perlu diikat dengan pengikat yang kuat lagi kokoh. Pengikat ini adalah aqidah. Karena hanya aqidah yang dapat mengarahkan hidup seseorang, menyetir hati, pikiran dan perasaannya, serta menanamkan pengaruh yang paling berkesan, kemudian menentukan jalan kehidupan mereka.

Dalam kaitan inilah, para ulama bersepakat atas haramnya seorang wanita muslim mengawini laki-laki kafir, baik kafir musyrik ataupun kafir kitabi. Hal itu juga ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, “… dan janganlah kamu menikahkan orang musyrik dengan wanita beriman sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari seorang musyrik walaupun ia menarik hatimu …” (QS/ Al-Baqarah:221). Secara teoritis, tabiat wanita akan cenderung mengikuti suaminya. Sementara dalam sistem Islam, kepala keluarga adalah suami. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi calon suami yang lebih mapan dan tinggi keimanannya menjadi satu syarat yang tidak bisa diabaikan.

Sementara itu, ada kecenderungan laki-laki muslim untuk (sengaja atau tidak) menunda pernikahan dengan beragam alasan. Studi, karir, masalah ekonomi, ingin lebih mendahulukan kepentingan keluarga dan berbagai alasan lainnya. Kondisi tersebut sesungguhnya justru sangat kontradiktif dengan keadaan yang dialami para muslimah. Bagi para wanita muslimah yang memahami konsep Islam secara baik, yang menjadi ukuran utama adalah kadar ketaqwaan dan tingkat keimanan dari calon suami. Sementara harta, jabatan, penampilan fisik dan latar belakang menjadi tidak lebih diutamakan meski tidak pula menampik hasrat untuk mendapatkan yang ‘lebih’ dari semua persyaratan itu. Artinya, keinginan untuk mendapatkan suami dengan penampilan menarik, harta yang cukup ditopang jabatan yang menjanjikan menjadi tidak lebih penting bagi seorang wanita muslimah jika syarat utamanya, yakni kadar keimanan dan akhlaq yang baik tidak dimiliki oleh calon pendampingnya.

Banyak wanita muslimah saat ini yang berpendapat bahwa tidak ada salahnya untuk memperoleh pendamping hidup yang sholeh, tampan, cukup harta dan berpendidikan. Pendapat itu tidak salah, namun juga tidak menjadi benar jika itu menjadi alasan untuk menolak setiap laki-laki sholeh yang datang karena tidak memenuhi syarat lainnya.

Hal itu ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya, Dari Abi Hatim al Muzani, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Apabila datang (meminang) kepadamu orang yang kamu ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka nikahkanlah (anakmu dengan) dia. Jika tidak kamu lakukan maka akan timbullah fitnah di bumi dan kerusakan yang besar,” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, jika hal itu memang ada?” Beliau menjawab, “Apabila datang (meminang) kepadamu, orang yang engkau ridha (karena) agama dan akhlaqnya, maka nikahkanlah anakmu dengan dia.” (diucapkan tiga kali) (HR. Tirmidzi)

Imam Asy Syaukani mengatakan, “orang yang kamu ridhai karena agama dan akhlaqnya” dalam hadits diatas, menunjukkan bahwa kufu itu menyangkut segi agama dan akhlaq. Sedangkan Imam Malik menegaskan bahwa kufu itu hanya menyangkut agama saja. Demikian juga apa yang dikutip dari Umar dan Ibnu Mas’ud dan kalangan tabi’in seperti Muhammad Ibn Sirin dan Umar bin Abdul Aziz dengan dasar firman: “Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling taqwa kepada-Nya.”

Dari sudut pernikahan, kufu dalam arti agama memang menjadi suatu ketentuan yang mutlak. Namun, kufu dari sisi akhlaq merupakan pertimbangan yang lebih jauh. Ini menyangkut masa depan keutamaan sebuah keluarga muslim di tengah keluarga muslim lainnya. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menyatakan bahwa apabila yang datang itu adalah seorang yang baik agama dan akhlaqnya, maka (jika anak perempuannya juga tidak keberatan) pinangannya harus diterima.

Agama dan akhlaq adalah ukuran yang ideal bagi suami yang baik. Dari sisi inilah wajar bila seorang wanita muslimah ingin mendapatkan nilai lebih dari diri calon suaminya, minimal dibandingkan dirinya sendiri. Tetapi cukuplah bersyukur atas nikmat dan anugrah yang diberikan Allah SWT jika memang Allah menentukan pilihan bagi seorang muslimah yang …ehm, Sholeh, tampan, berpendidikan dan cukup harta. Hendaknya ia tidak menjadi takabbur menganggap dirinya lebih mulia dari wanita muslimah lainnya, karena sesungguhnya atas segala nikmat yang Allah berikan, Allah titipkan pula ujian didalamnya untuk menguji apakah hamba-Nya bersyukur atau sebaliknya. (bay/beberapa sumber)


Malam yang Berbahaya

Maret 28, 2008

Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Rasululloh shallallahu alaihi wasalam bersabda: Matikanlah lampu-lampu itu pada malam hari ketika kalian tidur, tutuplah pintu-pintu, ikatlah mulut-mulut geriba, tutuplah makanan dan minuman.” Dalam riwayat yang lain ditambahkan, “Peluklah bayi-bayi kalian pada waktu sore karena jin pada waktu itu berkeliaran dan menyambar.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits ini Rasululloh shallallahu alaihi wasalam memerintahkan kita melakukan lima hal sebelum menutup hari dengan tidur. Ini adalah sebuah langkah antisipasi, dalam mewujudkan terjadinya kemaslahatan-kemaslahatan. Agar tidak ada musibah yang dapat menganggu kita, saat sedang tidur atau usai tidur.

Pertama, padamkan lampu. Barangkali saja ada di antara kita yang senang tidur dengan suasana terang benderang. Bagi mereka, tidur dengan cara gelap, akan membuat suasana terasa tidak nyaman, dan sumpek. Tarikan napas tidak senormal biasanya. Namun alangkah baiknya bila tidak semua ruangan dalam kondisi “on”. Benderang ruangan akan membuat orang yang berniat jahat tambah tertarik setelah menyaksikan harta kekayaan Antum begitu menggoda.

Kedua, tutup pintu. Sekalipun antum sudah sangat lelah dan ada anggota rumah lain atau pembantu yang biasa melakukan hal itu, periksalah ulang kunci pintu rumah antum. Barangkali sudah terkunci akan tetapi masih kurang rapat betul. Selain mengantisipasi datangnya orang-orang usil yang akan merugikan antum seperti tersebut di atas, juga menjaga kemungkinan masuknya binatang seperti ular.

Ketiga dan keempat, menutup teko, mengikat geriba, atau menutup semua mangkuk yang berisi makanan dan minuman. Pada saat kita sedang tidur nyenyak, itu adalah kesempatan yang baik bagi para tikus, cecak, atau serangga lain untuk dengan bebas melakukan apa saja di dapur rumah. Karenanya, menjaga dari kemungkinan dihinggapi, dijilati, atau kejatuhan kotorannya adalah tindakan baik dalam berjaga-jaga. Mungkin antum punya kulkas atau alat pengaman lain, tetapi makanan atau minuman belum dimasukkan ke sana.

Kelima, Lindungilah segenap keluarga antum dari bahayanya malam. Utamanya terhadap anak-anak kecil, tidaklah perlu diberi kebebasan sesuka hati pada mereka untuk menikmati malam hari dengan bebas berkeliaran ke sana kemari. Malam menyimpan banyak bahaya, sementara mereka masih belum mampu melihat adanya bahaya-bahaya itu, belum mampu menjaga diri. Bahaya nyata ada didepan mata, katakanlah mereka dapat saja terantuk batu, terpelosok lubang, digigit kalajengking atau digigit ular atau binatang yang lainnya.

Dalam sebuah hadits dijelaskan, baik jin maupun syetan itu berkeliaran pada malam hari. Jin maupun syetan bisa saja masuk melalui layar kaca (televisi) yang ada di rumah. Anak kita menjadi begitu sulit dan nakal karena pengaruh tayangan TV yang biasanya makin menarik di malam hari.

Semoga kita bisa menjalankan lima pesan Rasululloh shallallahu alaihi wasalam ini. InsyaAllah. Wallahu A’lam


MENGAPA WANITA DIMINTA UNTUK MENUTUP AURAT..?

Maret 28, 2008

hmm.. aku jadi teringat celotehan adikku yang sehabis membaca hadist yg mengatakan,
“sesungguhnya wanita itu dibawah tanggung jawab 4 laki-laki yaitu : suaminya, ayahnya, anak laki-lakinya dan saudara laki-lakinya dan laki-laki bertanggung jawab terhadap 4 orang wanita yaitu : ibunya, istrinya, anak wanitanya dan saudara wanitanya”

kata adikku waktu itu sehabis baca hadist itu “enak ya ka.. jadi wanita, karena dijaga oleh 4 orang laki-laki..” celotehnya sambil senyum-senyum tiduran di kasur sambil memegang sebuah bacaan islami.

“iya enak bila bertemu dengan laki-laki yang paham dan mengamalkan peringatan Rasulullah tsb, tapi kebanyakan laki-laki saat ini nda ada yang tahu akan tanggung jawabnya terhadap wanita-wanita tsb.” jawabku seperti biasa sambil tidur-tiduran disebelahnya

“ka..berarti saat ini banyak sekali laki-laki yang berdosa karena tidak memenuhi tanggung jawabnya yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul ya..? karena membiarkan para wanita dan tidak bertanggung jawab terhadap ibu, istri, anak dan saudara perempuannya ya..?”

hmm.. hadist yang dibacakan oleh adikku waktu itu, terus bermain-main dalam pikiranku, sadarkah para laki-laki akan beratnya balasan atas pertanyaan yang kelak tidak akan mampu dijawabnya dihadapan Allah?? sadarkah laki-laki, bahwa kekacauan saat ini, hingga para wanita berteriak di jalanan dan meminta ‘kesetaraan’ yg tidak jelas diminta oleh wanita itu sendiri, adalah karena kalian tidak mampu menjaganya?? dan karena kalian tidak menjalankan apa yg diperintahkan oleh Rasulullah untuk bertanggung jawab kepada para wanita? karena kalian tidak mampu mendidiknya? karena kalian tidak memberikan haknya yg diperintahkan oleh Rasulullah?

hmm.. wanita itu memang unik, katanya lemah tapi mampu menaklukan segalanya, katanya kuat, tapi selalu saja mengiba untuk dilindungi, katanya rapuh, tapi mampu merusak segalanya, katanya bodoh, tapi mampu membuat linglung semuanya.

hmm.. menurutku, wanita itu perasaannya halus, jadi jangan disakiti hatinya atau karena akan merusak akalnya dan merusak semuanya. tapi jangan pula dimanja dengan kemewahan, karena dia akan lupa diri dan membuat yg lainpun ikut lupa🙂 jangan pula dibuat sengsara kebutuhannya, karena dia mampu menghilangkan wibawa pasangannya.

aku senang sekali memperhatikan tingkah laku mahluk Allah, dan aku senang sekali memperhatikan wanita, karena keunikannya🙂 hehehe

perasaanya yang halus didik dengan pengertian dan kasih sayang. Keterbatasan akalnya didik dengan agama. Kemanjaannya didik dengan ilmu.

Hmm.. dulu aku selalu berfikir, kenapa Allah memerintahkan wanita untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya?? hmm. .sejak saat itu aku mulai memperhatikan postur tubuh wanita untuk aku bandingkan dengan postur tubuhnya laki-laki🙂 sepanjang jalan dimana dan kemanapun aku pergi, aku mulai memperhatikan fisik laki-laki dan wanita secara detail.

Hmm.. sampai pada kesimpulan.. jelas aja Allah meminta wanita untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya, karena ketika aku bandingkan wanita kurus dengan laki-laki kurus, wanita gemuk dengan laki-laki gemuk, wanita pendek dengan laki-laki pendek, wanita tinggi dengan laki-laki tinggi, wanita hitam dengan laki-laki hitam, wanita keriting dengan laki-laki keriting, subhannallah.. tidak aku temukan keindahan pada fisik yg lain, kecuali pada fisik wanita.

Jangan bandingkan wanita gemuk dengan wanita langsing, karena akan bersifat relatif bila itu yg menjadi ukuran, atau wanita hitam dengan yg putih atau yg kuning, atau yg berambut keriting dengan yg rebonding.

Aku jadi ketawa-ketawa sendiri saat membayangkan wanita pendek, hitam manis, or putih, keriting, dengan laki-laki pendek, hitam manis, or putih dan keriting. Yang wanita tetap aja lucu dan enak dipandang mata, tapi yang laki-laki walaupun tampan maka akan kurangi ketampanannya karena postur tubuhnya yang dianggap tidak ideal untuk wanita. Hehehe…

Atau laki-laki langsing (kurus jangkung) dengan wanita langsing pula, maka tidak ada indah-indahnya yang laki-laki itu kalau tidak diimbangi dengan dadanya yang bidang dan tegap, tapi wanita langsing (kurus jangkung) malah terlihat indah dan banyak jadi model hanya karena posturnya tsb. Hehehe.. aku jadi senyum-senyum sendiri saat membandingkan Pretty Asmara wanita bertubuh tambun dengan Roni siapa ya..?? yg main di Extravaganza? Tetap aja.. si Pretty lebih enak dipandang, ketimbang Roni yang nda sedap dipandang mata.. hehehehe

Nah.. maka dengan kelebihan fisiknya itulah, Allah dan Rasul mewanti-wanti wanita untuk menjaga dirinya dan seluruh tubuhnya yg merupakan sumber fitnah. Sedangkan laki-laki yang berada disekitarnya, ayahnya, suaminya, saudara laki-lakinya, dan anaknya ikut bertanggung jawab akan semua hal yang sudah menyalahi aturan Allah dan RasulNya pada saat dilakukan oleh wanita-wanita dengan sengaja.

Jadi.. siap-siaplah para laki-laki untuk dimintai pertanggung jawaban atas perbuatan para wanita yang berada di bawah tanggung jawabnya tersebut.. hehehe.. bukan nakut-nakutin, tapi kenyataan bahwa banyaknya kekacauan-kekacauan saat ini adalah ulah para laki-laki yang tidak bisa menjaga wanita dan ulah para wanita yang dengan sengaja mengumbar hawa nafsunya.

– NL –


Mengapa Wanita Mudah Menangis?

Maret 19, 2008

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab aku wanita”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas”. sang ayah menjawab, “Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi. Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan”. (Zuriati Ibrahim)


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.