Be a Smart Manager , Be a Smart Mother

Berbicara tentang wanita dan dunianya berarti kita berbicara tentang peran seorang istri dan ibu. Wanita memiliki peran yang sangat penting dalam rumah tangga, sebagai seorang istri dan ibu. Sebagai seorang istri, seorang wanita berperan sebagai seorang manager untuk suaminya dan guru untuk anak-anaknya. Sebagai wanita kita membutuhkan wawasan yang luas tentang dunia anak, menyiapkan mereka menyongsong masa perkembangan maupun masa depan mereka.

Dalam masa perkembangan anak membutuhkan kasih sayang yang penuh dari orang tuanya, terutama ibu karena peran ibu begitu penting sekali. Anak yang mendapat perhatian dan cukup kasih sayang serta sehat dan cerdas akan menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Hanya individu yang sehat secara fisik, psikologis dan spiritual (rohani) yang mampu menjalani kehidupannya secara sehat dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Para pakar psikologi menyatakan bahwa proses perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor nature (bawaan) dan nurture (lingkungan) . Kondisi-kondisi fisik dan karakteristik psikologis tertentu yang dililiki anak sejak lahir berinteraksi dengan berbagai stimulasi dan pengalaman belajar yang diperolehnya dari lingkungan. Dalam hal ini, lingkungan keluarga dan sekolah menjadi “kunci” pembentukan kepribadian anak di tahun-tahun awal perkembangan mereka hingga sebelum masa remaja. Orangtua dan guru merupakan significant persons yang mempengaruhi proses perkembangan dan pembentukan kepribadian anak.

Perkembangan kepribadian yang sehat erat hubungannya dengan berkembangnya kecerdasan emosi (aspek psikososial) anak. Hal ini ditandai dengan dimilikinya pemahaman diri yang mencakup konsep diri positif, harga diri (self-esteem) tinggi, kemampuan mengelola emosi dan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan untuk memahami orang lain dan menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain. (Hidayat, 2001).

Untuk mengembangkan kepribadian yang sehat dan membentuk perilaku positif pada anak, maka orang tua dan guru perlu melakukan upaya-upaya sbb:

1.       Memahami dan menerima anak sebagai individu yang unik.

2.       Menjadi contoh (model) yang positif.

3.       Memberi umpan balik (feedback) terhadap perilaku anak.

4.       Memberi perhatian terhadap pembicaraan dan aktivitas anak.

5.       Memberi kesempatan kepada anak untuk belajar dari pengalaman.

6.       Menumbuhkan penghargaan diri dan orang lain.

7.       Menumbuhkan tanggung jawab dan kemandirian anak.

8.       Mengembangkan rasa humor.

9.       Mengembangkan hati nurani dan sikap religius.

10.   Mencintai anak ‘tanpa syarat’.

Setiap anak adalah unik dengan ciri kepribadian yang unik pula. Orang tua dan guru merupakan figur penting yang berperan besar dalam mengembangkan kepribadian sehat/positif pada anak. Dengan memiliki kepribadian yang sehat anak mampu memahami diri, mengelola emosi dan memotivasi dirinya, memahami orang lain dan mampu menjalin relasi sosial secara sehat di lingkungan manapun dia berada. Perkembangan kepribadian yang sehat ditandai oleh berfungsinya secara “baik” berbagai aspek fisik, psikologis, dan kerohanian individu. Mendidik anak bukan hanya berarti mengajarkan keterampilan membaca, menulis dan berhitung, melainkan juga membantu anak tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sehat dan memiliki hati nurani, serta punya motivasi untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain/lingkungan.

Membangun mental positif atau membina kepribadian sehat pada anak perlu dilakukan sejak dini, melalui contoh konkrit perilaku dan emosi orang tua dan guru dalam kehidupan sehari-hari. Agar dapat menjadi model (teladan) yang positif bagi perkembangan kepribadiannya sendiri secara positif.

Hanya bejana yang terisi airlah yang mampu mengisi gelas-gelas kosong; hanya pribadi yang sehat (positif) akan mampu membuat pribadi lain menjadi sehat (positif) pula.(sumber: festival seminar dan pameran pendidikan 2006)

Orang tua adalah guru utama bagi anak. Sebagai model anak, orangtua menunjukkan prinsip hidup yang benar serta senantiasa harus berkata dan berlaku benar. Sebagai sahabat anak, orangtua juga harus siap berbeda pendapat dengan anak secara bijaksana tanpa anak harus kehilangan sikap santunnya. Sebagai busur, orangtua menjadi pendorong anak untuk maju menggapai masa depannya dan pendukung terkuat saat mata panah itu tak menitik tempat yang tepat. (Sumber: Inspiredkids)

Wahai ukhti marilah kita bersiap untuk menjadi a smart mother untuk generasi ke depan, perkembangan zaman ini memang menuntut kita untuk berperan ganda, sebagai guru dan ibu untuk anak-anak kita kelak. Zaman sekarang para wanita juga banyak yang meniti karir atau hanya sekedar membantu suami, satu yang harus kita ingat anak dalam masa perkembangannya sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang cukup. So, luangkan lah waktumu di sela-sela kesibukan untuk memperhatikan buah hati, menanyakan tentang perasaannya atau bersenda gurau dengan mereka.

Semoga tulisan ini berguna untuk kita semua, mohon maaf bila ada kekeliruan/kesalahan. Jazakillah khoiran katsira.

Wassalam

2 Balasan ke Be a Smart Manager , Be a Smart Mother

  1. fat mengatakan:

    saya setuju sekali,,melihat saya juga ibu muda..memang kita tidak boleh over protect ma anak yang membuat sang anak kurang pede dan takut mempelajari hal baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: